SYAPAKAH IMAM MAHDI

Suatu kali, Rasulullah SAW bersabda, “Konstantinopel akan jatuh ke atas tangan seorang Amir (ketua) yang baik lagi beragama, tentaranya tidak melampaui batas, tidak mencuri dan rakyatnya tidak penipu dan tidak bergaul bebas (baik)”. (Hadits riwayat Imam Abul Hasan Ahmad bin Jaafar).

Rasulullah SAW menyebut kejatuhan Konstantinopel tersebut secara umum, tanpa menyebut tahun, kurun mana, siapa, kaum mana dan siapa pemimpin tersebut.

Karena yang memberitahu peristiwa tersebut adalah Rasulullah SAW sendiri, maka sejak jaman Nabi SAW masih hidup, banyak di antara sahabat yang sangat bergairah dan berlomba-lomba untuk mewujudkan janji tersebut. Mereka berharap kemenangan tersebut akan terjadi di tangan mereka, di antara sahabat yang mencobanya ialah Abu Ayyub Al Ansari, Ahmad Al Ansari, Hamidullah Al Ansari dan Abu Tsabit Al Hudri. Makam-makam mereka berada di kota yang menjadi benteng kerajaan Romawi tersebut.

Pada saat itu, para sahabat belum berhasil merebut Konstantinopel, namun perjuangan tersebut terus berlangsung dari generasi ke generasi, hingga akhirnya kota tersebut jatuh hanya dalam waktu satu malam di tangan Muhammad Alfateh dari keturunan Bani Utsman, dalam kurun 600 tahun setelah sabda Rasulullah SAW di atas.

Namun demikian, perjuangan dan pengorbanan para sahabat bukanlah sesuatu yang sia-sia, dengan segala keyakinan mereka telah berusaha untuk mewujudkan janji-janji Allah SWT yang diucapkan lewat lisan Rasulullah SAW.
***

Diantara peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman yang diberitahukan oleh Rasulullah SAW, adalah kemunculan seorang pemuda Bani Tamim beserta jamaahnya yang akan menyiapkan sebuah landasan yang kuat bagi munculnya seorang pemimpin umat di akhir jaman yaitu Imam Mahdi.

Seorang ulama hadits yang banyak mengkaji tentang pemuda ini adalah Imam Suyuti dalam kitabnya Jamiush Shaghir, bahkan karena saking inginnya beliau mewujudkan janji Rasulullah SAW itu, beliau juga berusaha untuk membentuk satu jamaah yang mendekati sifat-sifat pemuda Bani Tamim dan jamaahnya. Namun, seperti dalam peristiwa Konstantinopel, beliau belum ditakdirkan untuk dipilih menjadi pemuda tersebut.

Hadits Rasullah SAW mengenai pemuda ini diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW, sambil memegang tangan Saidina Ali RA, beliau bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani).

Di antara sifat-sifat yang melekat pada Pemuda Bani Tamim adalah :
Dia berketurunan Suku Tamim atau Bani Tamim ; Siapa sesungguhnya keturunan Bani Tamim, untuk hal ini terdapat perbedaan ijtihad di kalangan ulama. Di kalangan bangsa Arab ada satu kabilah yang bernama Tamim. Kabilah Tamim ini adalah satu kabilah dari bangsa Quraisy yang mendiami kawasan sekitar kota Makkah. Di antara sahabat yang berasal dari kabilah Tamim ialah sahabat yang paling setia kepada Rasulullah SAW,yaitu Abu Bakar as-Siddiq RA. Ulama lain berpendapat bahwa pemuda Tamim ini adalah berasal dari keturunan Ahlul Bait.
Keturunannya sudah bercampur dengan bangsa Timur ; Pemuda ini adalah seorang yang keturunan Bani Tamimnya telah bercampur dengan bangsa dari timur, ia lebih dikenal sebagai orang dari bangsa Timurnya daripada suku Tamimnya. Jika orang bertanya kepadanya, “Darimana engkau berasal?” Ia akan menjawab, “Dari Timur.” Jika ditanya pula, “Apa kebangsaanmu?” Pemuda Bani Tamim akan menjawab, “Aku dari bangsa Timur.” Keterangan ini dijelaskan oleh Imam Suyuti dalam kitabnya al-Jami’us Soghir.
Pemuda itu bernama Syuaib bin Soleh ; Menurut para penafsir nama tersebut bukan nama yang sebenarnya tetapi merujuk kepada suku bangsanya (suku kecil dari suatu bangsa), dia adalah seorang pemuda yang baik dan berasal dari keluarganya yang terkenal berakhlak baik. Dari segi bahasa Arab, kata Syu’bun berarti suku bangsa atau puak dari suatu bangsa. Sedangkan kata Syu’aibun berarti suatu suku kecil dari sebuah kabilah. Kata Bin berasal dari Ibnun artinya anak lelaki, sedangkan kata Soleh berarti orang yang baik, baik namanya, kepribadiannya, akidahnya, keturunannya, agamanya, pemikirannya dan juga akhlaknya.

Di samping itu, menurut Imam Suyuti dalam kitabnya al-Jami’us Soghir, secara lahir ada ciri-ciri khusus yang melekat pada pemuda ini. Ciri-ciri ini adalah merupakan bukti kecintaan pemuda ini untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam segala aspeknya :
Dia berkumis tipis, berjanggut panjang dan berjambang tipis ; Dalam Ihya Ulumuddin oleh Imam al-Ghazali disebutkan bahwa orang-orang wara adalah orang yang berkumis tipis. Janggut juga adalah sunnah Nabi SAW dan sunnah sekalian nabi dan rasul sejak zaman dahulu kecuali Nabi Adam AS, Nabi Adam AS memang sejak asal kejadiannya, tidak mempunyai janggut.
Dia memakai serban ; Saat ini amalan sunnah seperti serban ini sering diolok-olok dan diabaikan banyak orang.
Dia memakai jubah dan gamis berwarna hijau dan hitam; Pada saat itu hanya beliau dan jemaahnya sahaja yang memakai jubah. tidak ada pemimpin Islam lain yang menggalakkan jamaahnya untuk memakai jubah sebagai suatu sunnah Nabi SAW dan dengan niat mau membesarkan sunnah Nabi SAW itu.
Dia senantiasa memakai celak mata ; Celak juga amalan sunat. Setiap orang Islam sama ada lelaki atau perempuan adalah disunatkan memakai celak mata. Ada hadis Nabi SAW yang menyatakan bahawa bercelak itu sunat hukumnya. Para sahabat dahulu suka bercelak, kerana mengikut amalan Nabi SAW. Para ulama dahulu (salaf dan khalaf) yang solihin adalah golongan yang suka memakai celak. Mereka memandang perbuatan memakai celak itu sebagai suatu sunnah yang penting dan besar, terutama dalam mendekatkan diri kepada Khaliq.
Dia senantiasa memakai tongkat ; Tongkat juga merupakan sunnah Rasulullah SAW, para Khulafaur Rasyidin, para wali dan ulama muktabar zaman dahulu. Sungguh pun badannya masih segar dan boleh berjalan tanpa menggunakan tongkat, beliau memakainya sebagai suatu sunnah Nabi SAW yang perlu dijaga.
Dia bertubuh serba sederhana ; Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, bentuk tubuhnya tidak besar (gemuk) dan tidak kecil (kurus). Tubuh badannya adalah serba sederhana, sesedap mata memandang.
Kulitnya tidak terlalu gelap dan tidak terlalu putih ; Dikatakan kulitnya berwarna kuning, bahwa Nabi SAW menjelaskan bahawa Pemuda Bani Tamim itu memang bukan berkulit Arab karena orang Arab biasanya berkulit merah atau putih kemerah-merahan.
Dia bertutur dengan bahasa Ajam bukan bahasa Arab ; Pemuda ini sehari-harinya bertutur dengan bahasa lokal tempat ia hidup. Namun dia juga tetap bisa bertutur dalam bahasa Arab dengan baik dan fasih, sesuai dengan pendidikan dan suasana keluarganya yang mendorongnya mampu menguasai bahasa Ajam dan Arab.

Inilah sebagian dari ciri-ciri pemuda Bani Tamim yang dinubuwahkan oleh Rasulullah SAW. Lalu bagaimana kita menyikapinya ? Sebagaimana para sahabat RA, juga sebagaimana Imam Suyuti RA, maka kita seharusnya juga bergegas untuk menyambut dan mencari pemuda yang mempunyai ciri-ciri semacam itu. Insyaallah bersambung….

FAM-FAM ARAB

Suku Arab-Indonesia adalah penduduk Indonesia yang memiliki keturunan etnis Arab dan etnis pribumi Indonesia. Pada mulanya mereka umumnya tinggal di perkampungan Arab yang tersebar di berbagai kota di Indonesia -- misalnya di Jakarta (Pekojan), Bogor (Empang), Surakarta (Pasar Kliwon), Surabaya (Ampel), Gresik (Gapura), Malang (Jagalan), Cirebon (Kauman), Mojokerto (Kauman), Yogyakarta (Kauman) dan Probolinggo (Diponegoro),dan Bondowoso -- serta masih banyak lagi yang tersebar di kota-kota seperti Palembang, Banda Aceh, Sigli, Medan, Banjarmasin (Kampung Arab), Makasar, Gorontalo, Ambon, Mataram, Kupang, Papua dan bahkan di Timor Timur.

Orang arab secara umum dibagi menjadi 2 golongan: Gahtan dan Adnan. Gahtan merupakan putra arab asli, keturunan Nabi Nuh, salah satu anak dari gahtan bernama Hadhramaut. Keturunan Gahtan banyak terdapat di Yaman, terutama yaman selatan. Adnan merupakan keturunan Nabi Ismail. Salah satu keturunan Adnan adalah Nabi Muhammmad SAW.

Marga Arab Hadramaut merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai oleh keturunan bangsa Arab, yang berasal dari daerah Hadramaut di Yaman, yang letaknya di Jazirah Arab bagian selatan.
Berdasarkan asalnya, marga Arab Hadramaut umumnya dapat dibagi menjadi 2 golongan; yaitu marga-marga keturunan suku Arab Yaman asli (yang mana merupakan keturunan arab asli yang nasabnya bersambung ke Hadhramaut bin Gahtan, keturunan dari Nabi Nuh) dan marga-marga suku Arab pendatang yang mengklaim keturunan Nabi Muhammad (Alawiyyin), melalui jalur Ahmad bin Isa al-Muhajir yang hijrah ke Yaman sekitar tahun 319 H (898 M).

Koloni Arab dari Hadramaut diperkirakan telah datang ke Indonesia sejak abad ke-13. Sejumlah marga yang di Hadramaut sendiri sudah punah, misalnya seperti Basyeiban dan Haneman, di Indonesia masih dapat ditemukan. Hal ini karena keturunan Arab Hadramaut di Indonesia saat ini diperkirakan jumlahnya lebih besar daripada di tempat leluhurnya sendiri.
Daftar di bawah ini memuat beberapa marga Arab Hadramaut.

A
• Abbad, Abudan, Aglag, Al Abd Baqi, Al A budi,Al Aidid, Al Ali Al Hajj, Al Amri, Al Amudi, Al As, Al As-Safi, Al Aulagi, Al Aydrus, Al Ba Abud, Al Ba Faraj, Al Ba Harun, Al Ba Raqbah, Al Baar, Al Bagdadi, Al Baiti, Al Bakri, Al Bal Faqih, Al Barak, Al Bargi, Al Barhim, Al Bathathi, Al Bawahab, Al Bawazier, Al Bin Jindan, Al Bin Sahal, Al Bin Semit, Al Bin Yahya, Al Bukkar, Al Dames, Al Dzeban, Al Fad'aq, Al Falugah, Al Gadri, Al Hadi, Al Hadromi, Al Halagi, Al Hasani, Al Hasyim, Al Hilabi, Al Hinduan, Al Huraibi, Al Jaidi, Al Jailani, Al Jufrie' Al Jabri, Al Junaid, Al Kalali, Al Kalilah, Al Katiri, Al Khamis, Al Khatbah, Al Khatib, Al Kherid, Al Madhir, Al Mahdali, Al Mahfuzh, Al Mathar, Al Matrif, Al Mesfer, Al Maula Dawilah, Al Maula Khailah, Al Munawwar, Al Musawa, Al Mutahhar, Al Qaiti, Al Qannas, Al Rubaki, Al Waini, Al Yafi'ie, Al Yamani, AlMukarom, Ambadar, Arfan, Arghubi, Askar, Assa'di, Assaili, Assegaf, Assidawi, Assyiblie, Asy Syarfi, Attanfirah, Attamimi, Attuwi, Azzagladi,

B
• Ba Abdullah, Ba Attiiyah, Ba Atwa, Ba Awadh, Ba Dekuk, Ba Faqih, Ba Gabas, Ba Jamin, Ba Jammal, Ba Jasir, Ba Kheiri, Ba Sendit, Ba Sidawi, Ba Siul, Ba Syaib, Ba Syaiban, Ba Tebah, Ba Zara, Ba Zar'ah, Ba Zouw, Ba'asyir, Babadan, Babheir, Babsel, Babten, Bachrak, Badegel, Badeges, Badhawie, Ba'Dib, Ba'dokh, Badres, Badziher, Bafadual, Bafana, Bagadir, Bagaramah, Bagarib, Bagges, Bagoats, Bahadik, Bahafdullah, Bahaj, Bahalwan, Bahanan, Baharmus, Baharthah, Bahfen, Bahman, Bahmid, Bahroh, Bahsen, Bahwal, Bahweres, Baisa, Bajabir, Bajened, Bajrei, Bajruk, Bajuber, Bakarman, Bakrisyuk, Baksir, Baktal, Baktir, Bal Afif, Baladraf, Balahjam, Balahmar, Bala'mas, Balasga, Balaswad, Balaswat, Balasyrof, Balbeid, Baldjoen, Balfas, Baljun, Balu'lu', Balweel, Bamajbur, Bamakundu, Bamasak, Bamasri, Bamatraf, Bamatrus, Bamazro, Bamu'min, Banaemun, Banafe, Bana'mah, Banser, Baraba, Baraja, Barakwan, Barasy, Barawas, Bareyek, Baridwan, Barjib, Baruk, Basagili, Basakran, Basalamah, Basalim, Basalmah, Basamkho, Basawat, Basbeth, Basgefan, Bashandid, Bashay, Ba'sin, Baslum, Basmeleh, Basofi, Basulaileh, Basumbul, Baswel, Baswer, Basyahroh, Basyarahil, Basyrewan, Batarfi, Bathef, Bathog, Ba'Tuk, Baweel, Bayahayya, Bayasut, Bayusuf, Bazandokh, Bazargan, Bazeid, Billahwal, Bin Abd Samad, Bin Abdat, Bin Abdul Aziz, Bin Abri, Bin Addar, Bin Afif, Bin Agil, Bin Ajjaj, Bin Al, Bin Said, Bin Amri, Bin Amrun, Bin Anuz, Bin, Bisir, Bin Bugri, Bin Coger, Bin Dahdah, Bin Dawil, Bin Diab, Bin Duwais, Bin Eda, Bin Faris, Bin Gannas, Bin Gasir, Bin Ghanim, Bin Ghozi, Bin Gozan, Bin Guddeh, Bin Guriyyib, Bin Hadzir, Bin Hafidz, Bin Halabi, Bin Hamid, Bin Hana, Bin Hatrash, Bin Hilabi, Bin Hizam, Bin Hud, Bin Humam, Bin Huwel, Bin Ibadi, Bin Isa, Bin Jaidi, Bin Jobah, Bin Juber, Bin Kartam, Bin Kartim, Bin Keleb, Bin Khalifa, Bin Khamis, Bin Khubran, Bin Kuddah, Bin Mahfuzh, Bin Mahri, Bin Misfir, Bin Makki, Bin Maretan, Bin Mesfer, Bin Marta, Bin Mattasy, Bin Ma'tub, Bin Mazham, Bin Misfir, Bin Muhammad, Bin Muhammad, Bin Umar, Bin Munif, Bin Mutahar, Bin Mutliq, Bin Nahdi, Bin Nahed, Bin Nub, Bin On, Bin Qarmus, Bin Sadi, Bin Said, Bin Sanad, Bin Seger, Bin Seif, Bin Suid, Bin Sungkar, Bin Syahbal, Bin Syaiban, Bin Syamil, Bin Syamlan, Bin Syirman, Bin Syuaib, Bin Tahar, Bin Ta'lab, Bin Tebe, Bin Thahir, Bin Thalib, Bin Tsabit, Bin Ulus, Bin Usman, Bin Wahab, Bin Wizer, Bin Zagr, Bin Zaidan, Bin Zaidi, Bin Zimah, Bin Zoo, Bukhori, Bukkar

G
• Gadneh/Gitnah/Gathneh', Ghana', Gisymar, Gurdusy

H
• Haidrah, Hamde, Hamadah, Harharah, Harris, Hasni, Hatrash, Hayaze, Hubeisy, Humaid,

J
• Jawas, Jibran, Jabli, Jurhum

K
• Karamah, Karaman, Ka'wileh, Kurbi, Kuddah

L
• Lahmadi

M
• Machdan, Magadh, Mahbub, Mahdami, Makarim, Marbasy, Marfadi, Martak, Mashabi, Mesfer, Mugezeh, Mugheneh, Mukarram, Mukhasyin, Munabari, Musa’ad

N
• Nabhan, Nahdi

S
• Sabbah,Sallum, Shahabi, Shogun, Surur, Syagran, Syaiban, Syammach, Syawik,shegeir

U
• Ugbah, Ummayyer, Ubidun, Ubaidun

W
• Wahdin, Wakid,

Z
• Za'bal, Zeban, (Az)Zubaidi (Zabidi-Zabde), Zeger

pentingnya peranan pemuda bani tamim

"Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada ‘di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dan kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyinggkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dan kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi. (riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, Abu Nu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)


“Dan Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali telah bersabda: “Akan keluar dan sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan (Imam Mahdi) . Maka apabila kamu menyakini yang demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari Bani Tamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.”(Riwayat At Thabrani)

Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhir zaman terjadi di tangan seorang pemuda dan Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengan kata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.Pemuda Bani Tamim ibarat switch, sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila switch tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan ‘zahir’ bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya.


Pemuda Bani Tamim merintis jalan kemudian disambung oleh Imam Mahdi yang akan menegakkan Ummah. Perjuangan dua orang pemimpin ini seperti perjuangan Nabi Harun as. dan Nabi Musa as, yakni berjuang bersama dalam satu zaman dengan mind dan metode yang sama. Kalau diibaratkan orang yang sedang membangun rumah, maka Pemuda Bani Tamim adalah orang yang membangunkan pondasi rumah itu. Untuk membangun rumah yang kokoh tentulah pondasinya harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela, lantai dan sebagainya. Sedangkan Nabi Isa berperan untuk menyempumakan rumah itu, mengisi dengan perabot, menata, serta menghiasinya dengan seindah mungkin. Demikianlah gambaran peranan tiga orang pemimpin besar kurun ini.

Mengingat pentingnya peranan Pemuda Bani Tamim sudah sepatutnya umat Islam berusaha mencarinya agar dapat dalam kebenaran serta ikut berperan dalam perjuangannya. Bersamanya kita akan mendapat keselamatan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.

Tetapi tidak tertutup peluang bagi setiap pemimpin yang memiliki cita-cita Islam yang tinggi atau pun bagi para ulama yang merasa dirinya mampu, yang dapat berusaha menjadikan dirinya Pemuda Bani Tamim, siapa tahu dia adalah Pemuda yang disabdakan. Seperti halnya para sahabat berlomba-lomba untuk membuktikan sabda Rasulullah SAW bahawa konstantinopel akan jatuh ditangan pemimpin yang baik, dengan harapan di tangan merekalah terjadinya janji itu.

Oleh kerana itu, siapa pun dipersilakan untuk merebut peluang ini. Tidak salah dan tidak keterlaluan bila seseorang berlomba-lomba membuktikan dirinya sebagai Pemuda Bani Tamim selagi tanda-tanda besarnya belum terjadi. Bahkan sepatutnya begitu supaya kita sensitif dan serius terhadap setiap janji-janji Allah.

Namun sekiranya kita mampu untuk mencapai cita-cita yang amat tinggi itu kita mesti melihat dan mencari kalau ada orang lain yang mampu dan memang sedang bersungguh-sunguh merintis jalan. Bila ternyata ada seseorang pemimpin dan jemaahnya yang telah mampu membuat model masyarakat Islam, maka bergabunglah dengan perjuangannya dan jangan tunda-tunda lagi.


PUTRA BANI TAMIM,,PERINTIS JALANNYA IMAM MAHDI

Hari ini, bukan sahaja umat Islam bahkan orang bukan Islam pun sedang berbincang dan berbual-bual tentang keinginan mereka kepada satu keadaan dan satu suasana yang lain dari apa yang ada sekarang ini. Semuanya sudah rasa jemu dengan sistem yang wujud. Ada rasa takut dan bimbang, mengharapkan kedatangan seorang pemimpin untuk menyelesaikan masalah kronik dunia ini. Begitu sekali berlaku sehingga orang bukan Islam pun sudah jemu dengan sistem yang ada dan inginkan sistem baru. Rupanya memang perasaan-perasaan ini sengaja Tuhan berikan, sesuai dengan akhir zaman kerana ada janji Tuhan bahawa Islam akan bangun kali kedua bertaraf dunia.

Sebenarnya, perasaan itu adalah rahmat dari Tuhan untuk memudahkan orang Tuhan berjuang. Untuk menyedarkan manusia menuju ke arah perjuangan yang membawa kasih sayang dan keamanan. Kalau Tuhan tidak melakukan perubahan-perubahan perasaan itu maka sangat sulitlah bagi kita untuk berjuang hari ini. Terjadinya perubahan-perubahan perasaan dalam diri-diri manusia di dunia ini adalah satu ulangan sejarah yang memang pernah berlaku di zaman-zaman di mana ada pemimpin yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali apabila rasul-rasul hendak datang maka manusia mengalami peurbahan-perubahan perasaan itu. Lebih-lebih lagi di zaman Rasulullah.

Sebelum kedatangan Rasulullah, hati-hati manusia seperti sudah meminta kedatangan rasul. Begitulah watak manusia menunggu di waktu zaman kedatangan pemimpin yang ditunjuk Allah. Rupanya watak itu berulang di dunia ini sekarang. Sebab itu orang yang tidak masuk Islam pun apabila mereka mendengar kebenaran merasa senang hati. Apabila mereka lihat satu kelompok yang berkasih sayang, mudah saja mengikuti. Mereka tidak prejudis kepada siapa yang membawa dan memperjuangkannya. Sekalipun bukan dari bangsa dan agamanya.

Satu kebangkitan menurut lidah Rasulullah yang bertaraf dunia akan berlaku. Ertinya dunia kita pun ada harapan untuk bertemu dengan dunia yang penuh dengan keadilan dan keamananan. Walaupun di dunia yang bangsa-bangsanya sudah memerlukan satu keadilan dan kasih sayang namun ia tetap memerlukan satu sistem alternatif. Maka pada kali ini adalah giliran Islam.

Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.( Kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Kebangkitan yang bertaraf dunia itu akan dipimpin oleh Imam Mahdi dan ianya akan bermula dari Timur sebagaimana yang disebutkan dalam hadis rasulullah SAW :

Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah.
Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”.
Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”

Tetapi bagi umat Islam, tidak dapat menjadi tapak kebangkitan itu walaupun berkeinginan ke arah itu. Walaupun inginkan perubahan tetapi mereka masih bingung dan tercari-cari. Tidak tahu bagaimana hendak melakukannya. Kalau dilakukan juga, kita sudah melihat hasilnya. Ada yang menjadi militan, ada yang beku dan jumud, ada yang pergi ke pondok atau pesantren dan sebagainya. Kerajaan sudah mula bimbang kerana orang ramai hendak menghantar anak mereka ke institusi agama.

Tetapi bagi satu kelompok yang sudah dipilih Tuhan, samada pemimpinnya ataupun pengikut-pengikutnya, mereka tidak susah lagi mencari-cari. Seolah-olah di hadapannya sudah nampak rekabentuknya (design) dan nampak gambarannya. Seolah-olah rangka rumah sudah nampak cuma hendak dibangunkan saja menjadi rumah. Apabila terjadi hal begitu kepada kelompok tersebut maka itulah kelompok pilihan Tuhan. Sebab itu, bagi orang lain yang sedang tercari-cari itu, tidak usahlah hendak melakukannya sendiri kalau tidak dianugerahkan Tuhan. Lebih baik dicari saja kelompok yang telah Rasulullah gambarkan yaitu yang menzahirkan kebenaran dalam seluruh aspek kehidupannya : dalam diri, keluarga, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, dakwah, perhubungan, sains dan teknologi dan sebagainya. Selain itu perjuangan mereka tidak dapat dimudaratkan atau dihancurkan oleh musuh-musuh kebenaran sekalipun musuh-musuh itu sangat berusaha menghancurkannya.

Rasulullah SAW bersabda :
" Senantiasa ada suatu thoifah (jamaah) yang sanggup menzahirkan kebenaran dan tidak akan dapat memudaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka hinggalah datang perintah Allah (hari kiamat)."

Sebenarnya, orang yang Tuhan janjikan bahawa di tangannyalah kebangkitan itu berlaku, perjuangannya menjadi sangat indah dan jelas walaupun berhadapan dengan ujian. Kaedahnya (Method) jelas. Mari kita gambarkan dengan lebih luas lagi tentang corak (patern) kebangkitan Islam di akhir zaman itu.

Tuhan telah menyimpan 3 orang pemimpin, iaitu pemimpin besarnya:
(Pemuda) Putra Bani Tamim, Imam Mahdi dan Nabi Isa. Dua orang disimpan oleh Tuhan iaitu Nabi Isa yang dinaikkan ke langit dan Imam Mahdi yang dighaibkan. Kita pun tidak tahu di mana mereka. Hanya Putra Bani Tamim tidak dighaibkan Yang disimpan itu cuma seolah-olah dighaibkan sebab payah hendak dikenali orang. Ini adalah hikmah dari Tuhan supaya musuh jangan cepat mengesan. Padahal mereka sedang bergelanggang dan berjuang. Kalau dapat dipastikan oleh musuh, mereka tetap diselamatkan kerana janji Tuhan tetapi anak buah tidak akan tahan kerana akan dibelasah teruk.

Itulah hikmahnya walaupun mereka tidak disimpan tetapi seolah-olah disimpan. Tuhan kelabukan mata gerakan-gerakan Islam yang lain. Supaya keadaa lebih riuh-rendah lagi. Tiap-tiap hari disogok dengan berita-berita di ruang-ruang akhbar iaitu gerakan Islam yang bersifat politik, gerakan Islam yang bersifat militan, begitu juga gerakan Islam yang jumud dan yang beku. Sementara itu, pemimpin yang Tuhan janjikan terlindung dari masyarakat.

Tentang kegemilangan Islam dan Imam Mahdi ini, Rasulullah SAW bersabda :
Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.

Dan abu Nu'aim mengeluarkan dari Abi Said dan Nabi SAW katanya :
“Al Mahdi daripada kami Ahlul bait, seorang lelaki dari umatku, mancung hidungnya. Dia memenuhi bumi dengan keadilan, seperti dia dipenuhi kezaliman”.

Dan telah mengeluarkan Abu N'aim dan Al Khatib dalam Talkhis Al mutasyabih dari ibnu Umar katanya sabda Rasulullah SAW :
“Akan keluar Al Mahdi dan di atas kepalanya malaikat yang menyeru : Inilah Al Mahdi dan ikutilah dia”.
Putera Bani Tamim dari Timur Perintis Jalan Bagi Imam Mahdi

Sesuai dengan janji Allah ini dan bukti-bukti nyata, maka Islamlah yang akan menggantikan kuasa Amerika sebagai super power dunia nanti. Ini giliran Islam. Islam akan bangkit kembali dan menjadi sebuah empire, dan sekali lagi bumi akan dinaungi oleh keadilan dan kemakmuran. Dunia akan diserahkan lagi kepada umat Islam sebagai mana Allah telah menyerahkannya kepada Rasulullah dan para sahabat (QS Ar Rum 2-4).

" Jalannya adalah melalui taqwa. Dahulu umat Islam dapat menang dari Rom dan Parsi (2 super power dunia pada saat itu) dengan kekuatan taqwa. Sekarang dengan kekuatan taqwa pulalah Barat akan ditumbangkan. Allah akan membantu orang yang bertaqwa "(QS Al Jaasiah 19).

Ini bukan hayalan, tetapi janji Allah yang telah dan akan terjadi lagi. Asalkan syaratnya dipenuhi.

“Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan yang mengerjakan amal soleh, bahwa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yang berkuasa di muka bumi sebagaimana telah dijadikan khalifah orang-orang sebelum mereka”. (QS An Nur : 55)

Dalam kebangkitan yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi itu, ada seorang besar Tuhan yang akan mempersiapkan jalan bagi Imam Mahdi, dalam hadis disebut Putera Bani Tamim. Ia berasal dari Timur dan mempersiapkan tapak kegemilangan itu juga di bumi sebelah Timur yang banyak ulama yakin, itulah Malaysia dan Indonesia.

Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda :
“Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Putera dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).

Dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Abu Nuaim dari pada Tsauban, telah bersabda Rasulullah SAW :
“Akan datang panji panji hitam dari timur, hati mereka seperti kepingan besi. Barang siapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah mendatangi mereka dan berbailah kepada mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salju”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).

Dari Ibnu Majah dan Tabrani daripada Abdullah bin Al Harats bin Juzu' Al Zubaidi telah bersabda Rasulullah SAW
“Akan keluarlah manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan untuk Al Mahdi”.(dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).

Telah bersabda Rasulullah SAW
“Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan, tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.” (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari hadist- hadist di atas jelaslah bahwa tapak kebangkitan Islam di Timur dibangunkan oleh seorang Pemuda dari Bani Tamim dikenal juga dengan sebutan Putera Bani Tamim. Ia akan berjuang membangun sebuah jemaah model yang syumul yang akan menjadi tapak bagi kebangkitan itu. Bani Tamim adalah salah satu cabang dari kabilah Quraisy. Pemuda inilah yang kan menyerahkan kekuasaan (panji-panji hitam) kepada Al Mahdi. Dengan kata lain perjuangannya dan perjuangan Al Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.

Putera Bani Tamim ibarat stop kontak (switch), sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila stop kontak tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan zahir bila Putera Bani Tamim belum membuat tapaknya atau belum mendapatkan daulah di satu negara di Timur. Kemungkinan besar negara islam yang akan didapat oleh Putera Bani Tamim itu adalah malaysia. Kalau diibaratkan membangun rumah, Putera Bani Tamim adalah orang yang membangun pondasinya. Untuk membangun rumah yang kokoh, tentulah pondasi harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela lantai dsb.

Mengingat besarnya peranan pemuda Bani Tamim sebagai perintis jalan Imam Mahdi, dan semakin dekatnya kegemilangan Islam tersebut, tentulah Putera Bani Tamim itu sudah ada bahkan sudah hampir menyelesaikan pembangunan tapaknya. Tentulah ia berada di Timur (Asia tenggara?). Diantara ciri jamaahnya adalah : menzahirkan kebenaran dalam seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari diri, keluarga, ekonomi, teknologi, kebudayan, pendidikandan lain lain serta jamaah itu tidak akan dapat memudaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka hinggalah datang ketentuan Allah (hari kiamat).

ASAL USUL BANI TAMIM

MARI KENALI BANI TAMIM

Ucapan Rasulullah SAW tentang Bani Tamim

• Hadith Nabi SAW : " Sesungguhnya Bani Tamim itu mempunyai kekuatan jiwa yang hebat, tetap pendirian dalam mempertahankan prinsip. Mereka juga adalah pembela kebenaran diakhir zaman"
• Sabda Nabi SAW: " Bani Tamim merupakan golongan dari umatku yang amat memusuhi Dajjal"

Imam Al-Qurthubi ketika menguraikan hadith di atas mengatakan bahawa;
" Berdasarkan hadith tersebut dapatlah diyakini bahawa Bani Tamim tidak akan terputus keturunan mereka hingga hari kiamat, bahkan Bani Tamim di akhir zaman nanti merupakan kelompok yang amat kuat berpegang dengan kebenaran serta memperjuangkannya".

Hadith Nabi SAW:
• " Kelompok yang paling banyak dimasukkan ke dalam syurga melalui jalan syafaat seseorang ialah Bani Tamim ".

Hadith Nabi SAW juga menyebutkan:
• "Bani Tamim merupakan suku bangsa arab yang paling fasih berbahasa arab dibanding suku arab yang lain ".
• Imam Ibnu Hajar menjelaskan tentang ciri utama bagi Bani Tamim yaitu:
• “Adalah dimaklumi sejak dari zaman jahiliah hingga zaman Islam, kelompok Bani Tamim banyak berkecimpung dalam pemerintahan disamping mereka juga merupakan golongan yang disegani dalam masyarakat dimana mereka dihormati dan dimuliakan"

Rasulullah SAW ketika menggambarkan tentang Bani Tamim berpesan: "Janganlah kamu mengatakan sesuatu terhadap Bani Tamim melainkan sesuatu yang baik-baik sahaja ".

Sabda Nabi SAW:
" Mereka itu (Bani Tamim) adalah dari kaum kami"
Hadith dan selainnya yang mengakui Bani Tamim sebagai sabahagian dari kaum Baginda SAW merupakan satu pengiktirafan terhadap suku pilihan ini.

Imam At-Tabrani menyatakan: "Bani Tamim terkenal tetap pendirian, berjiwa besar, jelas cita-cita, amat memusuhi Dajal di akhir zaman, cukup tahan menghadapi halangan apa saja. Bani Tamim tidak akan menyerah dengan segala halangan, ancaman dan penentangan dari semua pihak yang ingin memudharatkan perjuangan mereka".



Asal Keturunan Bani Tamim

1. Pilihan Tuhan dari kalangan hambanya;
Hadith Rasul SAW yang bererti:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka Wataala telah menciptakan langit lalu dipilihNya untuk diletakkan di bahagian yang tinggi. Di situlah Tuhan memilih pula sebahagian makhlukNya sebagai penghuni, Kemudian Allah menjadikan makhluk-makhluk (di atas muka bumi) lalu dipilihnya Bani Adam (manusia-sebagai khalifah), kemudian Tuhan memilih daripada Bangsa Arab itu Bani Mudhor sehingga akhirnya daripada Mudhor itulah Tuhan memilih suku Quraisy".

2. Asal mereka dari pada anak cucu Mudhor;
Imam Bukhori ketikamemperkatakan Nasab Rasululah SAW menyatakan:
Muhammad ibni Abdullah ibni Abdul Muthalib ibni Hasyim ibni Abdu Manaf ibni Qusoai ibni Kilab ibni Murrah ibni Ka'ab ibni Lu'aie ibni Ghalib ibni Fihr ibni Malik ibni Nadhir ibni Kinanah ibni Khuzaimah ibni Mudrikah ibni Ilyas ibni Mudhor ibni Nizar ibnl Ma'add ibni Adnan.

Suku Quraisy:
Dari pada Bani Fihr ibni Malik ibni Nadhir ibni Kinanah ibni Khuzaimah ibni Mudrikah ibni Ilyas ibni Mudhor.

Suku Tamim:
Dari pada Tamim ibni Mur ibni Udd ibni Thobikhah (Amru) ibni llyas ibni Mudhor.

3. Bani Tamim tunggak keturunan Arab:
"Bani Tamim adalah keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim Alaihi mas salam"

Ibnu Hazm menyatakan bahawa:
"Bani Tamim adalah sebuah Qabilah terbesar dalam qabilah arab dengan jumlah kaumnya yang banyak serta rangkaian sukunya yang luas sehingga Bani Tamim dikatakan sebagai tonggak utama bagi bangsa arab secara keseluruhan. Bahkan mereka adalah pelopor yang melakukan perjalanan keluar dari dunia arab sejak zaman awal Islam melalui keikutsertaan mereka di dalam bala tentera Islam. Banyak yang digerakkan menuju ke kawasan Khurasan dan lain-lain.... ".

BANI Tamim DIANGGAP KELUARGA OLEH RASULULLAH SAW.

Diriwayatkan oleh Saiyidina Abbas RA. ketika turunnya ayat yang berarti:
"Dan (wahai Muhammad) mulakanlah memberi peringatan kepada kaum keluargamu yang terdekat ", lantas ketika itu Baginda SAW menyeru: "wahai Bani Fihr, Wahai Bani 'Adiey", ... memanggil kelompok asal umat arab yaitu termasuk di dalamnya Bani Tamim. .."

Terdapat banyak riwayat hadith yang menunjukkan pengakuan Rasulullah saw. bahawa Bani Tamim adalah termasuk dalam kaum / suku kesayangan Baginda.

Ya Allah ,by grup cennet kuslari

IBADAH

IBADAH

Tugas manusia di dunia adalah ibadah kepada Allah SWT (51:56). Meskipun merupakan tugas, tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah (51 :57), karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri.

Ibadah ('abada : menyembah, mengabdi) merupakan bentuk penghambaan manusia sebagai makhluk kepada Allah Sang Pencipta. Karena penyembahan/pemujaan merupakan fitrah (naluri) manusia, maka ibadah kepada Allah membebaskan manusia dari pemujaan dan pemujaan yang salah dan sesat.

Dalam Islam ibadah memiliki aspek yang sangat luas. Segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, secara lahir atau batin, semua merupakan ibadah. Lawan ibadah adalah ma'syiat.

Ibadah ada dua macam :

1. Ibadah Maghdhah (khusus)
yaitu ibadah yang ditentukan cara dan syaratnya secara detil dan biasanya bersifat ritus. Misalnya : shalat, zakat, puasa, haji, qurban, aqiqah. Ibadah jenis ini tidak banyak jumlahnya.

2. Ibadah 'Amah (Muamalah)
Yaitu ibadah dalam arti umum, segala perbuatan baik manusia. Ibadah ini tidak ditentukan cara dan syarat secara detil, diserahkan kepada manusia sendiri. Islam hanya memberi perintah/anjuran, dan prisnip-prinsip umum saja. Ibadah dalam arti umum misalnya : menyantuni fakir-miskin, mencari nafkah, bertetangga, bernegara, tolong-menolong, dll.

Sesuatu akan bernilai ibadah, jika memenuhi persyaratan :

1. Iman kepada Allah dan Hari akhir (2 :62). Karenanya amal orang kafir seperti fatamorgana.

2. Didasari niat ikhlas (murni) karena Allah, sebagaimana hadis :

Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. dan bagi segala sesuatu tergantung dari apa yang ia niatkan.

3. Dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah.

Untuk ibadah maghdhah : harus sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan Hadis, Kreativitas justru dilarang. Sehingga berlaku prinsip " Segala ssesuatu dilarang, kecuali yang diperintahkan". Kita dilarang membuat ritus-ritus baru yang tidak ada dasarnya.

Untuk mu'amalah : harus sesuai dengan jiwa dan prinsip prinsip ajaran Islam. Pelaksanaannya justru memerlukan kreativitas manusia. Sehingga berlaku prinsip " Segala-sesuatu boleh, kecuali yang dilarang"

Ibadah pada dasarnya merupakan pembinaan diri menuju taqwa. (2 :21). Setiap upaya ibadah memiliki pengaruh positif terhadap keimanan, lawanya adalah maksyiat yang berpengaruh negatif terhadap keimanan.

Iman bertambah dan berkurang. Bertambahnya iman dengan ibadah, berkurang karena ma'syiat (Hadis)

Setiap ibadah juga memiliki hikmah/tujuan-tujuan mulia, seperti :

- Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar (29 : 45)

- Puasa untuk mencapai taqwa (2 :183)

- Zakat untuk mensucikan harta dan jiwa dari sifat kikir dan tamak ( 9: 103)

- Haji sebagai sarana pendidikan untuk menahan diri dari perkataan dan perbuatan kotor. ( 2;197)

Selain itu juga memiliki keluasan dan keutamaan-keutamaan

 
KETURUNAN BANI TAMIM © 2012 | Designed by Cheap TVS, in collaboration with Vegan Breakfast, Royalty Free Images and Live Cricket Score